Hope we can bring our kids to Allah by reminding them like Luqman did to his son :) aamiiin. #QuranVerseOTD
Halo temen-temen! Ikut ngeramein IFL Project “Treasure Seeker” Yuk!
Apa itu Treasure Seeker?
Jadi, Treasure Seeker itu #iflproject terdekat kita tentang talkshow Wayang
oleh Mas @nananghape yang akan ngebahas ttg Wayang Kontemporer, Barnas Sabunga (Penilik Wayang Golek), dan Pak Teddy Sicepot “wayang Orang”
Didalamnya kalian akan mengikuti sesi interaktif ttg workshop membuat wayang & juga ada performance wayang orang dari Pak Teddy “Si Cepot”
Treasure Seeker ini kami adakan di Simpul Space (BCCF) Jalan Purnawarman no.70,
dekat dgn UNISBA Bandung. Sabtu, 27 April 2013 Jam 17.00-21.00
Biaya Pendaftaran #IFLProject ini Rp20.000, sudah termasuk konsumsi dan sertifikat. Pendaftaran hub Amida ( 085222717739) / @IFLBandung
Untuk pembayaran, kalian mentransfer biaya pendaftaran Rp20.000 ke rekening BCA 8710093785 // MANDIRI 125.00.1137800.7 atas nama Rumondang
Satu pengalaman sosial kembali saya peroleh yaitu menjadi relawan di dapur umum (DU) Rusunawa Baleendah. DU ini dibangun atas dasar bencana banjir yang melanda daerah Baleendah dan sekitarnya. Kesan pertama kali datang kesana adalah takjub + malu. Takjub karena melihat kondisi di DU yang didominasi oleh perangkat dapur yang gede-gede, koki yang ternyata para lelaki, dan sembako yang banyak di tempat seadanya. Malu, iya malu karena sebenarnya udah tau keberadaan DU jauh-jauh hari tapi baru ‘sempat’ membantu pada saat itu (23 April 2013), malu!
Para relawan aktif termasuk jenis manusia yang kuat, ramah, dan ga cepat bosan. “Mau ga dek disini selama 1 bulan lebih?”, itu salah satu pertanyaan yang selalu diberikan kepada saya. Saya langsung merespon dengan mengangkat kedua tangan sambil tersenyum tanda menyerah. 1 bulan lebih, 1 bulan??? Bayangkan 1 bulan lebih mereka harus memasak makanan untuk orang lain, bukan untuk anak, istri, ataupun keluarganya. 1 bulan lebih mereka harus selalu terjaga, karena DU memberikan 2 kali makan (pagi dan malam) untuk para pengungsi yang tersebar di beberapa posko. Makan pagi harus sudah selesai (+terdistribusi) sekitar jam 10 pagi, yang artinya para relawan harus sudah mulai memasak dari jam 12 malam. Batas makan malam yaitu sekitar jam 9 malam, yang artinya mereka harus sudah mulai memasak dari jam 1 siang. Mereka hanya istirahat dalam beberapa jam. Ohiya sekedar informasi, perhari DU menghabiskan 28 karung beras (25kg), belasan tabung gas ukuran 12kg, 8000 (delapan ribu) bungkus nasi, dan seabrek-abrek lauk pauk.
Yang saya tau mereka bertahan disana karena rasa empati dan ikhlas, bukan karena uang. Honor?? Uang tunjangan? Pasti ga lebih besar dari pegawai yang kerjaannya hanya di kantor.
Disana saya membantu apa saja yang bisa dikerjakan, mulai dari mengangkat karung beras, mencuci beras, memasak lauk pauk, membungkus nasi, atau sekedar bermain bersama anak-anak kecil. Menyenangkan! Semoga lauk pauk, nasi yang saya masak bisa berguna bagi perut-perut saudara kita yang terkena musibah, aamiin :)
*Beras banyak terbuang, seketika teringat perkataan seseorang, “habiskan, nanti nasinya nangis, hen!” :)





Mereka memberi hidup, tapi juga membuang kehidupan diri sendiri, ‘membuang’ waktu mereka untuk bareng keluarga, ‘membuang’ butiran beras yang bisa menjadi kehidupan bari orang lain. Tapi mereka mulia, sangat mulia!
—————————————————————————————————————————————-
Percuma setiap hari ke gym, tapi ga bisa bantu yang beginian
Percuma mahir bahasa asing, tapi ga bisa bantu yang beginian
Percuma jumlah post twit puluhan ribu (berasa jumlah duit), tapi ga bisa bantu yang beginian
Percuma postingan blog berpuluh-puluh halaman, tapi ga bisa bantu yang beginian
Percuma punya badan proporsional, tapi ga bisa bantu yang beginian
Percuma penampilan oke kece uptodate, tapi ga bisa bantu yang beginian
Percuma napas, percuma hidup, percuma nginjak tanah, percuma …, percuma …..!
Khairunnas anfa’uhum linnas (sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia lainnya) - HR. Ahmad dan Thabrani
semula udah nulis panjang lebar dan termasuk tulisan yang kece, eh ternyata si browser keluar sendiri dan ga autosave di draft. Yowes kesel! -,-
“Janganlah melihat ke masa depan dengan mata buta! Masa yang lampau adalah berguna sekali untuk menjadi kaca benggala dari pada masa yang akan datang.” (Pidato Presiden Soekarno pada HUT Proklamasi 1966)
Salah satu kalimat emosional yang bisa jadi cambuk (khususnya bagi saya) untuk terus berbenah dan berkembang. Demi masa depan, daripada cuma menengok kebelakang atau hanya berdiam diri menunggu gerobak jatuh dari langit.
“Masa yang lampau adalah berguna sekali untuk menjadi kaca benggala” Yak! hanya menjadi KACA BENGGALA (cermin yang tebal atau besar). Bercermin, melihat, tidak bisa kembali, dan hanya untuk bahan evaluasi, bukan penghambat mimpi masa depan.
Daaaaaaaan posisi saya sekarang adalah STRATEGIS! Aktivis sosial? Perfilman? Entrepreneur? Engineer? Dll?
*Beberapa hal yang selalu saya pegang, yaitu Kreativitas EMPATI, jangan sampai dijajah oleh Status Quo dan diperalat oleh ‘Otak Kadal’!

(Kabupaten yang usianya baru sekitar 2 tahun tapi sudah punya gedung “Pusat Komunitas KREATIF” keceeeeeee!)

(Pasar yang tak pernah sepi ini ‘berseberangan’ dengan Gunung Rinjani, pemandangannya keceeeeeee!!)


(Gowes disono: sehat kaki, sehat mata, hati, otak, kantong, dkk, tanpa polusi yang berarti, keceeeee!!!)
Itu tadi beberapa hasil jepret sembarangan di hari akhir sebelum kembali ke Kota Surabaya, edisi 2 menyusullll! :)
Keceeeeeeeeee
Satu hal yang paling ‘nempel’ ketika mengikuti capacity building dari organisasi eksternal kampus saya, Indonesian Future Leaders (IFL) Bandung (@iflbandung) adalah memilah starting point yang tepat untuk proyek sosialmu. Starting point disini lebih ke sesuatu yang bisa dikerjakan dengan mudah tapi berkualitas, berefek, dan syukur-syukur bisa berkelanjutan.
Daaan akhirnya Kementrian Pengembangan Masyarakat 2013 BEM KBM IT Telkom memilih langkah pertama dengan mengadakan gathering CS (Cleaning Service, “Jagoan Kebersihan”). Ada beberapa alasan, yaitu sebagai ajang silaturahmi jajaran BEM yang baru dilantik dengan para jagoan kebersihan kampus, kepedulian untuk elemen terbawah kampus, dan untuk mengingatkan mahasiswa lain peran atau posisi dari CS di kampus.
“Pikinik Bareng CS”. Itulah nama yang kami gunakan untuk acara ini. Jujur, nama ini berasal dari imajinasi kepala saya yang sangat terobsesi dengan taman atau ruang bebas di perkotaan. Dengan konsep outdoor informal, kami berharap mahasiswa lain tahu acara kami dan kami ingin membawa konsepan baru untuk sebuah acara di kampus.
Beberapa dokumentasi acara:



Alhamdulillah acara berlangsung seru yang dihiasi curhat-curhatan dari para CS yang membahas tentang perlakuan mahasiswa kepada mereka dan tentunya tentang kebersihan kampus.
Dari starting point ini, Kementrian Pengmasy mendapat ‘proyek besar’ yang harus segera diselesaikan.
Cukup sekian cerita dari #PiknikCS, nantikan kami dalam program kepedulian lainnya, untuk kampus, masyarakat sekitar, Indonesia, dan dunia!